Rabu, 13 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
Selasa, 01 Maret 2011
3. PRINSIP DAN ALAT EVALUASI
Tujuan :
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa mampu menerapkan alat-alat evaluasi untuk menilai hasil proses pembelajaran pada bidang teknik tenaga elektrik.
Evaluasi pembelajaran pada prinsipnya sebagai tahap akhir dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan evaluasi ini adalah melakukan pengukuran untuk menentukan penilaian tentang tiga fungsi yang harus dipenuhi, yaitu :
1. Menilai efektivitas proses pembelajaran : sampai dimana kemampuan siswa/peserta didik mengerti yang harus dimengerti.
2. Menilai efektivitas prosedur pembelajaran : sampai dimana pengajar berhasil mencapai tujuannya.
3. Menilai kemampuan siswa sesuai standart yang harus dicapai.
Menentukan kritera standar penilaian
Penilaian dalam evaluasi pembelajaran ada dua pendekatan antara lain :
1. Penilaian Acuan Normatif (PAN) ialah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap hasil belajar siswa lain dalam kelompoknyav(pendekatan apa adanya).
2. Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah penilaian yang membandikan hasil belajar siswa terhadap patokan yang telah ditetapkan sebelumnya (batas lulus atau tingkat penguasaan minimum). PAP ini bersifat tetap untuk kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran yang sama.
Alat evaluasi ini dikenal dengan instrument evalausi. Penggunaan alat evaluasi i adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai kenyataan yang di evaluasi. Ada dua jenis alat evaluasi dalam pembelajaran yaitu :
1. Tes : adalah penilaian komprenhensive terhadap seseorang individu atau usaha
keseluruhan usaha evaluasi program. Ada dua jenis alat yang digunakan dalam program pembelajaran :
ü Tes baku (standard) artinya tes tersebut telah melalui validasi dan reliabilitas untuk suatu tujuan tertentu.
ü Tes buatan guru umumnya belum distadirisasi tetapi harus telah dipertimbangkan factor validasi dan reliabilitasnya.
2. Non tes : untuk menilai aspek-aspek tingkahlaku seperi sikap, minat, perhatian,
karakteristik dan lain-lain yang sejenis.
ü Mengidentifikasi siapa diantara kelompok siswa yang leaders dan siap isolates dengan sosiometri
ü Menidentifikasi minat siswa membaca atau kegiatan pendidikan menggunakaninterest inventory
ü Mengetahui atau mengenal sikap-sikap sikap individu terhadap kelompoknya menggunakan skala sikap (attitude scale) .
Dalam menggunakan alat evaluasi dikenal dengan teknik evaluasi. Teknik-teknik ini adalah
1. Teknik Tes :
ü Tes tulisan : obyektif tes :
a. Benar/salah
b. Pilihan berganda
c. Menjodohkan
d. Melengkapi
ü Lisan : a. satu penguji menilain satu calon
b. Satu penguji menilai sekelompok
c. Kelompok penguji menilai satu calon
d. kelompok penguji menilai sekelompok calon
ü Tindakan : a. Perorangan
b. kelompok
2. Teknik Non tes : untuk menilai aspek-aspek tingkah laku seperti sikap minat, perhatian, dan karakteristik lain yang sejenis. Jenis non tes ini adalah :
ü Observasi : pengamatan kepada tingkah laku pada suatu situasi tertentu melalui observasi langsung dan tidak langsung.
ü Wawancara : Berkomunkasi langsung antara yang menginterview dengan yang di
Interview.
ü Studi Kasus : mempelajari individu dalam periode tertentu secara terus menerus
untuk melihat perkembangannya.
ü Rating Scale : (skala penilaian) : salah satu alat p enilaian yang menggunakan
skala yang telah didsusun dari ujung yang negative sampai yang ujung positif.
ü check list hampir menyerupai rating scale hanya pada check list tidak disusun
disusun kriterium dari yang positf ke negative cukup kemungkinan kemungkinan
jawaban yang akan kita minta dari yang dinilai
ü Inventori : memilih alternative jawabab diantara setuju, kurang setuju, atau tidak setuju
Dengan mengetahui pengertian alat evaluasi tes dan dan non tes hasil-hasil tes dalam evaluasi ini pada prinsipnya digunakan untuk :
1. Menentukan status masing-masing siswa dalam berbagai tujuan kurikulum.
2. Mengidentifikasi siswa-siswa yang pandai, sedang, dan lambat belajar.
3. Mengelompokkan siswa di dalam kelas untuk tujuan pembelajaran.
4. Membuat analisis diagnose tentang kesulitan siswa dan menilai pertumbuhan.
5. Menentukan status individu murid atau kelas pada permulaan atau akhir tahun
ajaran atau kuartal.
Bentuk Penilaian
1. Tes Formatif
Tes ini digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan pembelajaran, bukan untuk keperluan membuat grade (tingkatan) siswa. Penilaian mengunakan kriteria Acuan Patokan. Mengukur tujuan instruksional khusus (Pembelajaran)/sasaran belajar
2. Tes Sumati
ü Diberikan pada saat satu satuan pengalaman belajar telah selesai (satu mata pelajaran).
ü Menentukan angka berdasarkan grade tingkatan hasil belajar siswa selanjutnya di angka raport (EBTA, Ulangan umum, Ujian Akhir Semester).
ü Penilaian menggunakan criteria Acuan Normatif.
ü Mengukur tujuan instruksional umum.
3. Tes Penempatan
ü Mengetahui keterampilan yang diperlukan untuk mengikuti suatu program belajar.
ü Mengetahui sampai dimana siswa telah mencapai tujuan seperti di programkan dalam satu satuan pembelajaran sebelum mereka memulai kegiatan untuk program pembelajaran.
4. Tes Diagnostik
ü Mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa, pelaksanaan berdasarkan hasil test formatif sebelumnya.
ü Test prestasi belajar yang sudah distarisasikan.
ü Test buatan guru.
ü Pengamatan dan daftar checklist
ü Memilih tujuan program pembelajaran
ü Untuk memilih tingkah laku mental fisik, mental dan perasaan lainnya.
ü Untuk memperkirakan bidang-bidang yang menjadi kesulitan bagi siswa.
ü Dicatat hanya sebagai profil siswa.
Evaluasi pembelajaran dibuat untuk kepentingan mengukur keberhasilan kegiatan pembelajaran dengan tujuan. Benjamin S.Bloom dalam bukunya Taxonomy of educatonal Objectives telah memilah aspek (domain) hasil belajar kedalam tiga aspek utama yang dikenal dengan istilah Bloom’s Taxonomy (Taksonomi Bloom). Ketiga aspek tersebut yaitu aspek kognitif (cognitif domain), aspek afektif (afektif domain), dan aspek psikomotor.
Tugas/Latihan : dikumpulkan hari Jumat tgl 4 Maret secara kolektif
1. Sebutkan mamfaat tes bagi guru dan siswa ?
2. Buatlah contoh ujian buatan saudara untuk salah satu materi dalam bidang teknik tenaga elektrik dari kurikulum di SMK. Pilihlah bentuk test sesuai tujuan yang dijadikan sasaran dalam penilaian untuk ranah kognitif.
Lampiran
Tabel 1 Penggolongan Prilaku Menurut Bloom
dalam Ranah Kognitif
Aspek Afektif
Hasil belajar dalam aspek afektif berkenaan dengan perkembangan emosional individu selain dari sikap, apresiasi dan motivasi. Bloom (Sudjana, 1990:31) membagi aspek afektif dalam lima kategori, yaitu :
Ø Receiving (penerimaan), yaitu semacam kepekaan dalam menerima rangsangan dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi, gejala. Misalkan siswa mampu mendengarkan penjelasan mengenai karakteristik lampu tabung flouseren dari guru secara seksama tanpa memberikan respon yang lebih dari itu.
Ø Responding (pemberian respon), yaitu reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar, yang mengacu pada partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaaan, kepuasan, dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya. Misalkan guru memberikan pertanyaan, “ Menurutmu, apakah cara mengukur tegangan dan arus sama ? ”. Siswa akan memberi respon dengan menjawab pertanyaan yang diberikan.
Ø Valuing (penilaian), berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus pada tingkat responding. Reaksi yang dapat muncul seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Misalkan siswa berhati-hati dalam melakukan praktikum penerapan hukum ohm dan hukum kirchoff dan mengembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
Ø Organization (pengorganisasian), yaitu pengembangan dari nilai ke dalam suatu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan, dan prioritas lain yang telah dimilikinya. Misalkan setelah siswa selesai mengerjakan LKS yang diberikan, siswa membuat laporan dan mengumpulkannya tepat waktu.
Ø Characterization (karakteristik), yaitu keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Misalkan dalam diskusi jika ada pendapat yang kurang benar, siswa mengungkapkan pendapatnya disertai dengan bukti yang ada.
Aspek Psikomotor
Hasil belajar psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Aspek psikomotor terdiri dari : 1) kesiapan yaitu berhubungan dengan keterampilan tertentu yang dinyatakan dengan usaha melaporkan kehadirannya, mempersiapkan alat, menyesuaikan diri dengan situasi, dan menjawab pertanyaan, 2) meniru (imitation) adalah kemampuan untuk melakukan sesuai dengan contoh yang diamatinya meskipun belum mengerti makna dari keterampilan itu, misalkan dalam melaksanakan praktikum siswa merangkai resistor sesuai dengan contoh gambar rangkaian yang diberikan, 3) membiasakan (habitual) yaitu seseorang dapat melakukan suatu keterampilan tanpa harus melihat contoh, sekalipun ia belum dapat mengubah polanya, misalkan siswa mengerjakan LKS sesuai dengan langkah kerja yang diberikan, 4) adaptasi yaitu seseorang sudah mampu melakukan modifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau situasi tempat keterampilan itu dilaksanakan, misalkan siswa membiasakan diri berdiskusi dalam kelompoknya jika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan LKS, 5) menciptakan (origination) dimana seseorang sudah mampu menciptakan sendiri suatu karya, misalkan siswa merancang penempatan lampu listrik untuk sebuah ruangan sesuai dengan pendapat dan kemampuan yang dimilikinya.
Rabu, 22 Desember 2010
Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran Th 2010/2011
STRATEGI PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN KEJURUAN
Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particulareducational goal (J. R. David, 1976). Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang
diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Strategi yang digunakan dalam pembelajaran bertujuan memperoleh mencapai keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Seorang guru yang mengharapkan hasil baik dalam proses pembelajaran juga akan menerapkan suatu strategi agar hasil belajar siswanya mendapat prestasi yang terbaik.
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.
Setiap pembelajaran mempunyai sasaran atau tujuan. Tujuan itu bertahap dan berjenjang, mulai dari yang sangat operasional dan konkret yakni tujuan pembelajaran khusus, tujuan pembelajaran umum, tujuan kurikuler, tujuan nasional, sampai pada tujuan yang bersifat universal. Persepsi guru atau persepsi anak didik mengenai sasaran akhir kegiatan belajar mengajar akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap sasaran antara serta sasaran kegiatan. Sasaran itu harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan.
Belajar mengajar sebagai suatu sistem instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Sebagai suatu sistem belajar mengajar meliputi sejumlah komponen antara lain tujuan pelajaran, bahan ajar, siswa yang menerima pelayanan belajar, guru, metode dan pendekatan, situasi, dan evaluasi kemajuan belajar. Agar tujuan itu dapat tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan dengan baik sehingga sesama komponen itu terjadi kerjasama.
Secara khusus dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat, administrator dan lain-lain. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan segenap aspek pribadi anak didik seperti: (1) kecerdasan dan bakat khusus, (2) prestasi sejak permulaan sekolah, (3) perkembangan jasmani dan kesehatan, (4) kecenderungan emosi dan karakternya, (5) sikap dan minat belajar, (6) cita-cita, (7) kebiasaan belajar dan bekerja, (8) hobi dan penggunaan waktu senggang, (9) hubungan sosial di sekolah dan di rumah, (10) latar belakang keluarga, (11) lingkungan tempat tinggal, dan (12) sifat-sifat khusus dan kesulitan belajar anak didik. Usaha untuk memahami anak didik ini bisa dilakukan melalui evaluasi, selain itu guru mempunyai keharusan melaporkan perkembangan hasil belajar para siswa kepada kepala sekolah, orang tua, serta instansi yang terkait.
Tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran (EL 500)
Setelah membaca uraian materi diatas, buatlah paper deskripsi penjelasan tentang 3 macam strategi pembelajaran yang dapat saudara lakukan sebagai guru professional dalam pendidikan teknik elektro (maks 5 hal)
Catatan : Tugas dikumpulkan pada saat UAS atau
melalui e mail :tutisuartini@yahoo.co.id (paling lambat tgl 5 januari 2011 jam 24.00)
Minggu, 05 Desember 2010
TUGAS MATA KULIAH BROADCASTING SEMESTER GANJIL 2010
Begitu banyak penggunaan sinyal kita kenal ada dua konsep dasar sinyal video yang dalam bahasa latin artinya lihat saya yaitu sinyal video analog dan sinyal video digital . Video adalah bagian dari gambar-gambar individual dari suatu film yang disebut Frame Proyeksi beberapa gambar per detik tersebut membuat ilusi gambar yang bergerak karena otak tidak dapat menangkap gambar secara individual.
Konsep yang menggambarkan sinyal video adalah resolusi gambar,berdasarkan pengukuran kualitas elemen gambar atau picture elemen (disebut dengan pixel) video yang membentuk gambar adalah daerah cahaya atau naungan paling kecil dalam bayangan adalah elemen ambar yang disebut pixel atau pel. Elemen-elemen gambar diubah menjadi sinyal listrik oleh sebuah tabung kamera di studio. Sinyal ini menjadi sinyal video yang akan dipancarkan ke penerima. Dengan ukuran 24 frame perdetik (fps frame perdetik),video akan memproyeksikan gerakan yang terlihat halus dan berkelanjutan.
Secara normal, salah satu atau lebih track audio akan mensinkronkan frame dengan frame suara sehingga menghasilkan gambar yang mempunyai suara. Kualitas gambar tergantung dari jumlah pixel dalam suatu unit daerah gambar. Kamera video akan mengkodekan informasi

Gambar 1. Pembuatan (reproduksi) sebuah gambar dengan meniru
(duplikasi) elemen-elemen Gambar
Sistem ini memakai sinyal perbedaan warna yang terpisah R - Y dan B - Y, tetapi keduanya ditrasmisikan secara simultan sebagai sinyal yang dimodulasikon secara quadratur. Sedangkan Sistem PAL berbeda dengan sistem NTSC.
Sinyal video yang diterima merupakan bayangan nyata pada layaran kamera (Vidicon) bayangan ini diproses oleh tabung kamera. Dengan menggunakan efek foto listrik. sebagai sinyal video ditumpangkan pada suatu gelombang pembawa (carrier) dengan modulasi Amplitudo (AM), Bersama itu pula informasi sinyal suara (sinyal audio) ditumpangkan pada gelombang pembawa dengan modulasi FM. Sinyal video yang dimodulasi merupakan sinyal video komposit yang terdiri dari beberapa bagian yaitu :
-Sinyal video informasi gambar bayangan asli
-Pulsa sinkronisasi horizontal untuk mengsinkronkan gerakan horizontal
-Pulsa blanking horizontal, yang mematikan nyala berkas selama gerakan retrace
-Pulsa sinkronisasi vertika untuk mengsinkronkan gerakan vertikal
-Pulsa blanking vertikal untuk mematikan nyala berkas pada tabung gambar selama gerakan retrace vertikal
-Pulsa-pulsa persamaan equalizer untuk menjaga interlace yang tetap sehingga garis-garis pada layar mempunyai spasi yang sama dan menjaga agar garis-garis genap tepat berada di tengah-tengah di antara garis-garis ganjil
Resolusi adalah suatu ukuran berapa banyak elemen gambar yang dapat direproduksi. Dengan rincian-rincian halus yang banyak, gambar kelihatan tajam dan jelas. Perbandingan aspek menetapkan 4 : 3 untuk perbandingan lebar terhadap ting¬gi kerangka. Lebar saluran standar penyiaran televisi komersial adalah 6 MHz. Ini mencakup sinyal pembawa gambar AM 1,25 MHz di atas ujung rendah dari saluran dan sinyal pembawa suara FM 0,25 MHz di bawah ujung atas. Kedua frekuensi pembawa ini terpisah sejauh 4,5 MHz. Dalam penyiaran televisi berwarna, sinyal-sinyal video merah, hijau dan biru yang sesuai dengan informasi gambar diubah menjadi sinyal-sinyal luminansi dan warna untuk pemancaran dalam saluran penyiaran standar 6 MHz. Sinyal-sinyal luminansi memiliki informasi gambar hitam dan putih; sinyal warna melengkapi warna. Frekuensi pembawa tambahan untuk warna secara pendekatan adalah 3,58 MHz. Jumlah warna dalam gambar, atau intensitas warna adalah tingkatan warna,tingkatan kroma, atau saturasi. Dia tergantung pada amplitudo sinyal warna yang termodulasi. Cat (tint) warna adalah coraknya. Corak (hue) tergantung pada sudut fasa si¬nyal warna. Lihat Tabel 2-1.

RANGKUMAN
1.Daerah cahaya atau naungan paling kecil dalam bayangan adalah elemen gambar yang disebut pixel atau pel.
2.Elemen-elemen gambar diubah menjadi sinyal listrik oleh sebuah tabung kamera di studio. Sinyal ini menjadi sinyal video yang akan dipancarkan ke penerima. Tabung gambar dalam penerima mengubah kembali sinyal video menjadi informasi visual.
Tugas
1.Berapa perbandingan aspek untuk sebuah gambar televisi
2.Jawablah dengan benar
a. Satu elemen gambar adalah sebuah pixel
b. Sebuah gambar diam mempunyai banyak elemen
c. Posisi elemen tidak penting dalam reproduksi
Jelaskan jawaban saudara
3.Berapa lebar sinyal televisi
4.Apa yang dinyatakan oleh nilai-nilai berikut ? 3.58 MHz; 4.5 MHz; 30 kerangka; 525 garis, jelaskan jawaban saudara
Tugas paling lambat tanggal 9-12-2010 jam 24.00
e.mail tutisuartini@yahoo.co.id